Hukum Dan Kriminal

Yosep Meda Kembalikan Uang Ke warga Desa Lisekuru.

ENDE, Buserbhindo.com/15 Juni 2022

Kades Lise Kuru Yoseph Meda, kembalikan uang  pungutan liar  ke warga masyarakat desa Lisekuru pada Rabu (15/06/2022).

Pengembalian uang tersebut terkait pengaduan masyarakat desa Lisekuru, berupa pemotongan dana BLT sebesar Rp.100 oleh Kades Lisekuru.

Kepala desa Lisekuru didampingi Kaurpem dan Bendahara desa, meminta maaf kepada warga, sekaligus mengembalian uang sebesar Rp.100 ribu  per KK sesuai dengan jumlah yang diterimanya dari 80 KK .

Yosep Meda menjelaskan bahwa  uang yang diterimanya dari warga adalah keiklasan warga sendiri menyerahkan uang tersebut, pihaknya tidak pernah meminta atau memotong secara sepihak.

“Uang yang kami terima sebesar Rp.100 ribu dari setiap penerima BLT adalah keiklasan dari warga, bukan disunat secara sepihak. Dan uang tersebut hari ini sudah kami kembalikan,” tegas Yosep Meda

Pengembalian uang  tersebut, dibenarkan oleh Camat Lepembusu Kelisoke Damianus Frayalus, saat ditemui media ini di kediamanya  di Jl Nangka, Rabu 15 Juni 2022 pukul 19.00 WIT

“Mereka sudah kembalikan semua uang ke warga pak, uang itu bukan disunat dari dana BLT yang diterima warga  tapi diberikan secara  iklas oleh para penerima bantuan. Ini menjadi pelajaran, kedepannya agar tidak terulang lagi hal seperti ini,” tutur Damianus

Selaku kepala wilayah di kecamatan Lepembusu Kelisoke, pihknya mengucapkan banyak terima kasih, atas waktu dan ruang yang sudah diberikan, untuk mengklarifikasi,  terkait berita pungutan Liar di desa Lisekuru.

“Saya selaku Camat Lepembusu Kelisoke mengucapkan terima kasih kepada Buserbhindo yang telah memenuhi undangan kami, untuk mengklarifikasi soal berita yang  diekspose terkait penyunatan dan BLT,” tutur Damianus.

Menyinggung soal pungutan tersebut, Damianus menjelaskan bahwa ini  adalah ucapan terimakasih warga kepada kepala desa dan perangkatnya yang sudah bekerja untuk kepentingan mereka, bukan disunat secara sepihak.

“Ini menjadi pelajaran agar kedepannya selalu hati-hati dalam pengelolaan keuangan dana desa. Sedikit saja melakukan kesalahan akan berakibat fatal,” tegas camat Lepkes.
(BB)

Tinggalkan Komentar
Selengkapnya

Berita Terkait

Back to top button