Nusa Tenggara Timur

KPK Segera Telusuri Penggunaan Dana DAK Tahun Angaran 2014 – 2016 di Kabupaten Ende Sebesar Rp24.675.900 000

ENDE, Buserbhindo.com/30 Agustus 2022

Sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan RI, PMK.NO 162/PMK.07/2016 tentang rincian kurang bayar dan lebih bayar dan bagi hasil menurut propinsi / kabupaten kota, yang dialokasikan dalam perubahan APBN tahun anggaran 2016.

kabupaten Ende memiliki dana kurang bayar dari dana DAK tahun 2014 – 2016 Sebesar Rp. 54.5 miliar dengan perincian :
1. Sanitasi : 3 milyar
2. Jalan : 35.5 milyar
3. Pasar : 2 milyar
4. Irigasi : 7 milyar
5. Kedaulatan Pangan :
7 milyar
Total 54.5 milyar.

Dari total 54.5 miliar dana kurang bayar, Kabupaten Ende mendapat alokasi Rp.24.675.900.000. Tahap pertama ditransfer ke Rekening kas Daerah Kabupaten Ende sebesar Rp.18.906.000.000.Tahap kedua diambil Sendiri oleh salah seorang pejabat Kabupaten Ende di Jakarta Rp.5.769.900.000.

Dari hasil investigasi, media ini memperoleh informasi dari Sumber yang terpercaya, bahwa dana kurang bayar tersebut dicairkan tahap pertama pada tanggal 15 Desember 2017 menjelang Pilkada tahun 2018.

Menurut narasumber saat ditemui di kediamannya menuturkan, ada kesepakatan bersama antara oknum pejabat Pemda Ende dengan Lembaga Pengawasan Revormasi Indonesia (LPRI) bertempat di Kelapa Gading Mal pada bulan September 2017.

Isi kesepakatan tersebut tertulis, dalam pengurusan dana kurang bayar, untuk kabupaten Ende, disepakati komitmen Fee sebesar 6 % dari dana yang diplotkan untuk dicairkan.

Setelah dilakukan pengurusan, Lembaga berhasil memplotkan dana kurang bayar untuk kabupaten Ende tahun 2017 sebesar Rp.24.675.900.000. Dan sdh ditransfer ke rekening kas daerah kabupaten Ende pada bulan Desember 2017.

Komitmen Fee sebesar Rp.1.480.554.000 yang harus dikembalikan ke rekening kementerian keuangan lewat Lembaga LPRI, sampai saat ini tidak dibayar ungkap narasumber. Pihaknya mengharapkan Komisi Pemberantasn Korupsi segera telusuri penggunaan dana kurang bayar tersebut. (BB)

Tinggalkan Komentar
Selengkapnya

Berita Terkait

Back to top button