Hukum Dan Kriminal

Drs. Don Bosco Wangge: Setelah Manggarai Barat Kajati NTT Akan Proses Penjualan Aset Pemda Di Ende

KABUPATEN ENDE

ENDE, Buserbhindo.com/3 September 2022

Sebagian besar Aset pemerintah saat ini menjadi obyek pencurian atau penggelapan oleh oknum Pejabat Pemda, dengan memanipulasi data kepemilikan lahan milik pemerintah.

Penggelapan aset milik Pemerintah Daerah (Pemda) akhir-akhir ini cukup marak terjadi wilayah Propinsi Nusa Tenggara Timur. seperti yang terjadi di Kabupaten Manggarai Barat. Negara dirugikan 3 Triliun rupiah, ulah Pejabat Pemda memanipulasi data kepemilikan lahan milik Pemda seluas 30 hektare.

Kasus seperti ini juga terjadi di Kabupaten Ende, ada dugaan penggelapan aset milik Pemkab Ende berupa tanah seluas 1180 persegi di Jl. Soekarno Nomor 2 Ende, yang dijual ke pihak ketiga.

Drs. Don Bosco M. Wangge, M.Si. Mantan Bupati Ende Periode (2009- 2014)

Di atas lahan tersebut berdiri sebuah bangunan Cagar Budaya, bekas kantor Koperasi Kopra peninggalan Zaman kolonial, yang saat ini sudah rata dengan tanah ulah oknum – oknum yang tidak bertanggungjawab.

Tanah dan Bangunan itu adalah milik Departemen Perdagangan Dan Koperasi sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Perdagan dan Koperasi Nomor : 175 /Kp/IV/81. Yang ditandatangan oleh menteri Perdagangan Dan Koperasi Radius Prawiro.

Drs. Don Bosco M.Wangge, M.Si mantan Bupati Ende, Periode ( 2009- 2014) Mengatakan Kalau mengacu pada Undang – Undang Nomor 22 tahun 1999 yang mengatur tentang penyerahan aset milik pusat, propinsi ( P3D) ke daerah, maka itu adalah Aset Daerah, “tutur Don Wange.

Menurut Don Wangge, Departemen Perdagangan Dan Koperasi saat ini Sudah tidak ada lagi, sudah dilebur menjadi Dinas Badan. Jadi secara otonomi, Aset itu menjadi milik Pemda Ende.

Don Wangge saat ditemui media ini di kediamannya pada Sabtu (3/9/2022) menerangkan bahwa ketika pihaknya menjadi Bupati, tanah dan bangunan eks Kantor Koperasi Kopra sudah dimasukkan sebagai aset Pemda dan tercatat di Arsip daerah, yang ditetapkan dengan keputusan Bupati sesuai Perintah Undang – Undang. Bahwa saat ini arsip itu hilang misalnya, itu berarti ada permainan di dalam.

Lebih lanjut Don Wangge menyampaikan tahun lalu, pihaknya didatangi oleh beberapa staf dari kejaksaan tinggi NTT, yang ditugaskan khusus untuk menemuinya sebagai mantan Bupati Ende, Berkaitan dengan aset Pemda yang diduga dijual kepada HH, Oknum Anggota DPR RI.

Dalam pertemuan tersebut, mereka (Staf Kajati NTT) menanyakan soal status tanah dan memperlihatkan sebuah sertifikat tanah yang berlokasi di Jl. Soekarno Nomor 2 Ende , atas nama Muhamad Abdullah Nggobe.

“Pemda Ende, segera mengambil kembali tanah yang diduga sudah dijual oleh oknum yang mengaku sebagai pemilik tanah itu. Dan memasang plang bahwa tanah itu adalah milik Pemda Ende. Jika Ternyata Pemda juga menjadi bagian yang menjual tanah itu, maka ini adalah sebuah kasus penipuan. Mereka sudah menipu HH dan HH adalah Korban,” ungkap Don Wangge.

Terkait kasus diatas, Don Wangge memastikan Kajati NTT akan segera Proses, Setelah menyelesaikan kasus penjualan aset Pemda di Manggarai barat.

“Kita tunggu saja perkembanganya. Kajati NTT, akan segera Proses Penjualan aset Pemda di Ende,” tegas Don Wangge. (BB)

Tinggalkan Komentar
Selengkapnya

Berita Terkait

Back to top button