Nusa Tenggara Timur

Kabupaten Belu Zona Hijau, Bupati Ungkap Strategi Pemerintah Atasi Covid-19 hingga Era New Normal

ATAMBUA-BELU, BUSERBHINDO.com

Pemerintah Kabupaten Belu melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 menerapkan empat strategi yang secara ketat dilakukan untuk menguatkan kebijakan pemerintah pusat tentang physical distancing sebagai strategi dasar demi mengatasi pandemi Virus Corona COVID-19. Hal ini dijelaskan Ketua Umum Covid-19 Kabupaten Belu, Wilbrodus Lay, S.H., yang juga adalah Bupati Kabupaten Belu saat jumpa bersama awak media di ruang rapat Bupati, Senin (06/7/2020) yang dihadiri oleh Kepala BNPB Kabupaten Belu, Baltasar Mo, Kabag Humas, Protokol dan komunikasi Pimpinan Daerah, Christo Loemau, Kasat Pol PP, Aloysius M. Fahik, S.STP dan Staf Kominfo Kabupaten Belu.

“Upaya mempertahankan kabupaten Belu dalam Zona Hijau menurut Bupati Wilbrodus Lay berkat usaha dan kerja sama semua perangkat daerah dan masyarakat Kabupaten Belu dalam menerapkan protokol Kesehatan yang dikemas sebagai strategi pemerintah dalam penanganan covid-19”, ujar Bupati Willy.

Willy Lay mengatakan strategi yang diterapkan sebagai penguatan strategi dasar dijalankan secara ketat. Misalnya di pasar pemerintah secara ketat mengontrol agar tidak terjadi kerumunan dengan mengarahkan agar berbelanja ke pasar seperlunya dan mewajibkan menggunakan masker saat berada di ruang publik atau di luar rumah.

“Memang dari awal pandemi covid-19 mulai menyebar kita secara konsisten mengikuti arahan dari pemerintah pusat. Kita tidak tahu apa orang di sekitar kita menderita COVID-19 tanpa gejala atau biasa disebut tanpa gangguan. Karenanya dengan pakai masker, kita yakini kita bisa terhindar dari penularan COVID-19 ini,” kata Willy Lay

Bupati Belu kepada awak media dalam konfrensi pers di ruang rapatnya mengakui bahwa walaupun Kabupaten Belu masih dalam Zona Hijau hingga kini, tapi tetap terapkan Protokol Kesehatan dengan ketat dalam masa New Normal. Sehingga terjadi perubahan dalam tatanan kehidupan sosial masyarakat kabupaten Belu sejak penerapan New Normal 15 Juni lalu.

Dengan adanya New Normal, semua tatanan sosial berubah. Biasanya kita harus berjabat tangan, tapi saat ini hanya saling sapa saja, biasanya tidak pakai masker, tapi sekarang pakai masker. Yang namanya New Normal kita harus mengikuti Tatanan Sosial yang berubah. Biasanya disini, bulan ini orang mulai pesta, tapi sekarang ada perubahan. Disini, jika ada pesta seperti pesta-pesta Sambut Baru, Sidi dan pesta-pesta nikah, pasti akan sangat ramai. Namun dengan adanya tatanan baru dalam New Normal, maka kita harus mengikuti.

“Jadi tidak ada lagi pesta; dansa, Tebe, yang menyebabkan terjadinya kerumunan. Sekarang kita mesti mengikuti adanya aturan New Normal. Dan ini patut disyukuri karena sampai sekarang ini kabupaten Belu masih dalam Zona Hijau. Memang diakuinya sempat ada beberapa ODP sejak awal Maret dari klaster Sukabumi, namun berkat kerja sama semua sudah stabil dan kembali menjadi normal. Tidak ada kasus yang menonjol disini. Dan kita akan pertahankan tetap dalam Zona Hijau.” Ujar Willy bangga.

Langkah ini kita lakukan dalam rangka mengefektifkan, mengefisiensikan dan tepat sasaran saat kita gunakan Sumber Daya yang kita miliki. Inilah langkah-langkah yang dilakukan dan akan terus konsisten dilakukan,” ucap Yuri menambahkan.

Kendati demikian, Bupati mengingatkan bahwa ujung tombak penanggulangan ini sejak dari awal pandemi hingga era new normal tetap Zona hijau adalah masyarakat.

“Bagaimana pondasi mencegah penularan diperkuat di era new normal. Sehingga hal-hal yang harus dilakukan adalah gunakan masker kain. Cuci tangan pakai sabun dan air mengalir. Hindari kerumunan, jaga kesehatan diri sendiri, lakukan perjalanan ke manapun seperlunya saja, ke luar rumah hanya diperlukan, selebihnya di rumah. Kita bisa lindungi diri kita, keluarga kita, tetangga kita dan bangsa kita. Hanya kita dan kita sajalah yang bisa lindungi bangsa ini hadapi COVID-19,” kata Bupati sekaligus harapannya bagi masyarakat Kabupaten Belu. (Yos B)

Tinggalkan Komentar
Selengkapnya

Berita Terkait

Back to top button